CERPEN (VIRGO VS LEO = LOVE)
VIRGO VS LEO = LOVE
Keributan kembali terjadi di kelas 3
IPS-3. Siapa lagi kalo bukan Virgo dan Leo. Gak ada yang kaget mendengar
pertengkaran mereka. Karena ini udah jadi tontonan gratis hampir setiap hari
selama mereka di sekolah ini.
“Emang mereka gak bosen apa berantem
terus? Kita aja yang liat udah bosen duluan!” begitulah komentar para viewers.
Guru BP pun udah kewalahan menghadapi
mereka berdua. Semua jenis hukuman udah pernah mereka dapat dari guru BP.
Sampai-sampai beliau kehabisan hukuman untuk membuat mereka jera.
“ Ibu tidak habis pikir dengan kalian
berdua. Selalu saja bikin masalah. Rebut terus” Ibu Sandy mengelus dada.
“Tapi dia duluan Bu,!” Virgo menunjuk
Leo. Jelas Leo gak terima tuduhan Virgo.
“Bukan Bu, Virgo yang duluan mukul saya”
sangkal Leo
“Enak aja, kalo loe gak ngejahilin, gue
juga ogah mukul loe”
“Wah sarap loe ya!” ejek Leo
“Loe yang sarap!” balas Virgo.
“Elo!”
“Elo!”
“Sudah cukup! Lama-lama ibu stress denger
kalian kayak gini terus. Ibu gak mau lihat kalian rebut lagi. Ayo sekarang
baikan, shake hand ” perintah Bu
Sandy.
“Mending di hokum aja dech Bu, dari pada
mesti salaman ma dia,” ucap Virgo.
“Ih, loe pikir gue mau salaman sama loe.
Amit-amit dech” Leo gak kalah menolak.
“Ok, kalo begitu besok pagi ibu tunggu
kalian di sini. Sekarang kalian boleh pulang. Siapkan mental kalian buat besok”
kata Bu Sandy memecah persetuan sengit mereka.
“Baik, Bu permisi” pamit mereka.
Mereka berdua lalu pergi meninggalkan
ruang BP. Tapi mereka sedikit penasaran dengan hukuman apa yang akan mereka
dapat dari Bu Sandy besok.
*********
Keesokan harinya….
“Haaaa…..! gak salah Bu?’ Leo langsung
menepuk dahinya.
“Tidak. Kemarin kan kalian sendiri yang
minta” jawab Bu Sandy
“Tapi kan Virgo malu Bu,” kata Virgo.
“Kenapa harus malu? Kalian bertengkar
saja tidak malu”
“Itu beda Bu,” jawab Leo dan Virgo
kompak.
“Apa bedanya? Sama-sama dilihat banyak
orang kan?”
Bu Sandy mengantar mereka untuk memasuki
satu persatu kelas di sekolahan itu untuk mengucapkan janji kalo mereka gak
akan bikin ribut lagi di sekolah. Di setiap kelas mereka harus bersalaman dan
selalu mendapat komentar yang rata-rata sama.
“Nah gitu donk, kalian tuh sebenernya
serasi banget lho” begini komentar mereka.
Dan ternyata Bu Sandy benar. Dengan
adanya hukuman ini, Virgo dan Leo bener-bener gak punya muka lagi. Dan hasilnya
mereka gak pernah ribut. Berantem sich tetep, tapi paling tidak mereka udah
sedikit berubah. Gak sampek bikin heboh satu sekolah.
Buktinya beberapa hari setelah hukuman
itu mereka bertemu tanpa terjadi keributan
“3 hari lagi mau ada prom night. Datang gak ya? Batin Virgo yang mematuk diri di depan
mading.
“Gak usah ikut dech Vir. Malu-maluin
tau,” ejek Leo yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya.
“Emang gue minta pendapat loe?!” jawab
Virgo tengil.
“Gue Cuma ngasih saran aja. Gue kasian
sama loe, paling jug aloe gak punya pasangan” kata Leo sambil tertawa sinis.
“Whatever
you say lah. Gue gak peduli. Ngomong aja terus sampek bibir loe doer” Virgo
berbalik badan dan berhadapan dengan Leo. Tatapan mata mereka seperti perang
sendiri.
Saat itu ternyata ada Bu Sandy.
“Kalian udah lupa sama janji kalian tempo
hari ya?” Tanya Bu Sandy.
Karena kaget mereka langsung melihat kea
rah Bu Sandy bersamaan.
“Eh, Ibu. Kita gak lupa kug Bu. Kita udah
baikan kok. Iya kan Vir?” kata Leo sambil pura-pura merangkul bahu Virgo.
“Iya Bu” jawab Virgo dan saking kagetnya
tanpa sadar dia membalas rangkulan Leo.
“Kayaknya kalian berdua bener-bener
serasi. Saya mau kalian berpasangan di acara prom night nanti” perintah Bu Sandy yang kemudian langsung pergi
tanpa mendengar persetujuan mereka.
Setelah Bu Sandy pergi mereka langsung
melepaskan rangkulan mereka.
“Semua gara-gara loe tau. Ngapain sich
loe ngrangkul gue segala” bentak Virgo
“Loe juga ngapain bales ngrangkul gue
kalo emang gak mau gue rangkul?” Leo memojokkan Virgo. Virgo jadi salah tingkah
dan pergi menghindari tatapan mata Leo.
“Hei! Gue gak mau jadi pasangan loe”
teriak Leo
“Sama. Gue juga gak sudi jadi pasangan
loe” balas Virgo dari kejauhan sambil lari mundur dan menjulurkan lidahnya pada
Leo. Kali ini Leo malah tersenyum melihat tingkah Virgo.
“Mungkin sekarang saatnya. Gue mungkin
gak akan punya kesempatan lagi” batin Leo sebelum meninggalkan tempatnya
terpaku.
*********
Akhirnya prom night yang ditunggu-tunggu datang juga. Leo terlihat gelisah
di sudut ruangan. Dia menngamati setiap orang yang berlalu-lalang. Tapi yang
ditunggunya gak muncul juga.
Tak lama kemudian, datanglah sesosok
gadis dengan gaun Ungu memasuki ruangan. Tanpa riasan mewah, hanya rambutnya yang
tergerai indah yang membuatnya sedikit mempesona siapapun yang melihatnya.
“Virgo,” Leo pun terpesona melihatnya.
Lalu mendekati dan mengamati dari ujung kepala sampek ujung kaki. Untuk
memastikan ini benar-benar Virgo yang selama ini selalu menjadi rekan
keributannya.
“Apa loe liat-liat? Mau ngledekin
gue?”Tanya Virgo yang mulai tersinggung. Leo lalu mendekatinya dan berbisik.
“Gue capek berantem terus sama loe. Kita
baikan yuk?” ajak Leo
“Maksud loe……?” Virgo mengernyitkan dahi
tanda dia gak ngerti apa maksud Leo.
“Loe mau jadi pacar gue?” kata Leo
tiba-tiba meraih tangan Virgo.
Virgo yang kaget secara reflek melepas
tangannya dari genggaman Leo.
“Loe Cuma mau bikin gue GR kan?!”
“Gak Vir, gue serius. Gue suka sama loe
dari pertama kali kita ketemu, hari pertama MOS. Tapi loe galak banget. Jadi
gue gak berani bilang. Jadi gimana?” Tanya Leo sekali lagi.
“Oh…..so sweet! Tapi sorry, gue gak
terpengaruh. Gue gak percaya” jawab Virgo cuek dan berlalu dari Leo.
“Loe tu jadi cewek bebal banget sih.
Keras kepala” Leo sedikit kesal.
Lagi-lagi dengan cuek Virgo menjawab,
“Yach biarin, suka-suka gue dong”
“Untung loe cewek, coba kalo loe cowok
udah gue…….” Leo mengepal kedua tangannya.
“Mau apa loe? Gue gak takut sama loe”
sambar Virgo. Lalu terjadi perang mulut lagi di antara mereka. Mereka mungkin
akan merusak acara malam ini kalo aja Bu Sandy gak segera bertindak.
“Ada apa lagi ini?” teriak Bu Sandy.
Sontak saja mereka jadi pusat perhatian. Musik yang tadinya menghentak keras
langsung berhenti.
“Silahkan keluar dari sini. Kalian sudah
mengganggu acara ini” Bu Sandy mempersilahkan mereka keluar dari ruangan.
“Tapi Bu…..”sesal Leo dan Virgo. Bu Sandy
tak menjawab dan langsung membukakan pintu, mempersilahkan kedua pembuat onar
itu keluar ruangan.
Di luar, mereka masih saja bersitegang.
“Ini semua gara-gara loe tau” Virgo mulai
menangis
“Lho? Kok gue sih?” jawab Leo
“Kalo loe gak iseng sama gue ini semua
gak mungkin terjadi”
“Iseng? Loe masih nganggep gue bercanda?
Gue serius Vir. Gue suka sama loe, gue cinta sama loe! Percaya dong” terang Leo
yang langsung membuat Virgo salah tingkah.
“Gimana caranya biar loe percaya sama gue
Vir” kata Leo lagi.
“Mana gue tau” jawab Virgo lirih. Kalo
aja Leo tau, saat ini Virgo gemeteran.
“Loe selalu aja bikin gue marah”
“Ih…. Loe nggak konsisten banget sih.
Tadi katanya cinta kok marah-marah sich. Kalo kayak gini gimana gue bisa
percaya?” Tanya Virgo
Leo bisa menangkap maksud Virgo. Dia lalu
menarik nafas panjang dan berkata dengan lembut.
“Vir, waktu kita tinggal ssedikit. Udah
terlalu lama gue pendam perasaan ini. Gue nggak mau terjadi penyesalan karena
ketololan gue yang gak pernah berani jujur sama loe. Gak papa kalo loe nolak
gue. Udah jujur gini aja gue udah lega. Kalo nggak, perasaan ini munkin bakalan
nyiksa seumur hidup gue. Karena mungkin aja kita gak bakal ketemu lagi”
kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Leo, tanpa jeda. Membuat Virgo
diam seribu bahasa, gak tau harus ngomong apa.
“Sorry kalo selama ini gue selalu bikin
loe jengkel sama gue. Karena Cuma itu cara gue biar bisa ngobrol sama loe,”
lanjut Leo.
“Loe serius?”Tanya Virgo lagi, yang masih
ragu sepertinya.
Leo lalu mengenggam tangan Virgo, “Sumpah
demi Tuhan gue serius Vir. Gak boleh main-main sama yang namanya cinta.” Jawab
Leo penuh kesungguhan.
Virgo akhirnya sadar kalo Leo memang
serius. Ini bukan gurauan. Dia lalu memeluk Leo dengan deraian air mata, dan
dengan lirih berkata, “Gue juga cinta sama loe”. Mendengar jawaban Virgo, Leo
langsung membalas pelukan Virgo. Cinta bersemi di hati mereka.
Dan di balik kaca, Bu Sandy tersenyum
melihat dua pembuat onar itu sudah tidak bertengkar lagi. Memang malam ini
adalah malam perpisahan. Tapi tidak untuk Virgo dan Leo.
T A M A T
Komentar
Posting Komentar